page contents
Industrial Equipment Manufacturing

Pelayanan Terbaik Kami

Testimoni Customer

Dengan memberikan pelayanan terbaik untuk para customer

Artikel & Berita Terbaru

Jenis dan Bentuk Makanan

Ada banyak jenis makanan dengan bentuk yang beragam pula. Di zaman sekarang, mulai dari jenis makanan matang, mentah bahkan frozen semuanya bisa diproses dengan mesin kemasan, baik itu mesin kemasan otomatis, semi otomatis hingga mesin kemasan manual.

Berikut adalah jenis dan bentuk makanan yang biasanya dikemas menggunakan mesin kemasan :

  1. Bubuk / Powder : Salah satu bentuk makanan yang banyak dikemas. Contohnya adalah kopi, tepung, gula halus, bumbu, dll.
  2. Butiran / Granule : Contoh bentuk makanan ini adalah gula pasir, rempah seperti merica, ketumbar, dll,
  3. Cair / Liquid : Biasanya bentuk makanan ini seperti kecap, sirup, kental manis, dll
  4. Bulat : Bentuk makanan bulat juga bisa dikemas menggunakan mesin kemasan, seperti pentol, jamur kancing.
  5. Makanan Ringan : Makanan ringan adalah produk yang paling sering dikemas menggunakan mesin kemasan, contohnya berbentuk pipih, stick, bundar seperti permen, dll.

Pengertian & Bahan Kemasan

Manfaat yang paling mendasar dari kemasan adalah untuk melindungi barang dari kerusakan, agar lebih mudah dibawa & dipasarkan. Manfaat (kemasan) pada bahan pangan adalah :

  1. Melindungi produk selama pendistribusian (produsen ke konsumen). Misal agar produk tidak berceceran terutama untuk produk butiran.
  2. Melindungi produk dari sinar UV, panas, hujan, benturan & kontaminasi yang dapat merusak kualitas produk.
  3. Sebagai identitas suatu produk karena terdapat berbagai informasi terkait produk. Misal komposisi, kandungan nutrisi, tanggal kadaluarsa, dll.
  4. Memudahkan konsumen dalam menghitung produk. Misalnya : 1 pack berisi 10 biji, 1 lusin, dsb.

Klasifikasi kemasan dibedakan menjadi tiga, yaitu :

  • Berdasarkan Struktur Isi :
  1. Kemasan Primer = Langsung mewadahi bahan pangan
  2. Kemasan Sekunder = Melindungi kelompok kemasan lainnya.
  3. Kemasan Tersier & Kuarter = Untuk menyimpan barang selama pengiriman.
  • Berdasarkan Frekuensi Pemakaian :
  1. Kemasan Sekali Pakai/Disposable = Kemasan langsung buang setelah dipakai.
  2. Kemasan Berulang = Umumnya tidak dibuang oleh konsumen, tetapi dikembalikan pada penjual untuk dimanfaatkan ulang.
  3. Kemasan yang Tidak Dibuang = Biasanya digunakan untuk kepentingan lain setelah digunakan.
  • Berdasarkan Jenis Bahan Kemasan :
  1. Bahan Plastik = Biasanya digunakan untuk beras, gula pasir, dll. Memiliki harga terjangkau tetapi tidak tahan jika terpapar sinar matahari langsung.
  2. Bahan Metalize = Digunakan untuk kemasan snack, kopi, dll. Dapat menyimpan produk lebih lama.
  3. Bahan Aluminium Foil = Sering dipilih produsen untuk mempertahankan kualitas & citarasa produk.

Sejarah Kemasan (Packaging)

Pengemasan bahan pangan sudah lama dikenal dan dipergunakan untuk keperluan manusia. Pada zaman prasejarah, masih menggunakan bahan kemasan dari alam seperti dedaunan, kulit buah, kulit kayu, dll. Bentuk & fungsi kemasan masih sangat sederhana, yakni hanya untuk keperluan membawa makanan. Seiring dengan perkembangan zaman, barulah terjadi penambahan nilai-nilai fungsional & peranan kemasan dalam pemasaran dan diakui sebagai satu kekuatan utama dalam persaingan pasar.

Sejarah awal perkembangan material kemasan berawal dari tahun 1200 SM yang menggunakan kaca sebagai wadah, namun di tahun 1812, Bryan Donkin dan Peter Durand mengembangkan kaleng/logam sebagai wadah yang tahan panas. Pada tahun 1817, Thomas Gilpin membuat mesin silinder pembuat kertas. Seiring dengan bertambahnya inovasi pada kemasan, Francis Wolle menemukan mesin pembuat paper bag.


Kirimkan pesan Anda :

X